Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Subnetting



Subnetting
IP Subnetting adalah metode untuk memecah lagi kelas A,B,atau C menjadi grup IP Address yang lebih kecil. Aturan-aturan kelas A,B,dan C masih dipakai, tapi dengan subnetting satu buah network kelas A,B, atau C bisa dipecah menjadi beberapa bagian lebih kecil yang disebut subnet (singkatan dari “subdivided network”).
Pada subnetting, selain Network part (N) dan Host part (H) dikenal bagian ke-3 yang disebut Subnet part (S). Bagian yang ke-3 ini dibuat dengan meminjam bit-bit dari Host part (H), sedangkan ukuran Network part (N) tidak pernah berkurang.
Dengan begini, proses routing tidak hanya didasarkan pada network part saja, akan tetapi didasarkan pada kombinasi dari Network part dan Subnet part (N+S).
Konsep diatas yang menggunakan 3 bagian IP Address (Network, Subnet, dan Host) disebut classfull addressing, yang berarti IP Address memiliki Network Part yang ditentukan berdasarkan pembagian kelas A,B, dan C.
Sebagai alternatif, kita bisa menggunakan classless addressing dimana IP Address dipandang sebagai 2 bagian :
  • Bagian yang digunakan sebagai dasar proses routing yakni gabungan antar network part dan subnet part dalam classfull addressing, bagian ini sering disebut sebagai Prefix.
  • Bagian host part.

Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet mask pada IP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network Address dan Broadcast Address. Network address didefinisikan dengan menset seluruh bit host berharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host berharga 1. Seperti yang telah dijelasakan pada bagian sebelumnya, network address adalah alamat network yang berguna pada informasi routing.
Sekarang anda sudah memahami apa itu “subnetting”, mari kita terapkan ilmu ini. Sebagai contoh, anda memiliki kombinasi 2 alamat IP /mask, ditulisa dengan notasi “prefix/length” (length=jumlah bit yang bernilai 1), yang telah dikonfigurasi pada 2 perangkat/device. Tugas anda adalah menentukan apakah kedua perangkat ini berapa pada subnet yang sama atau berbeda. Anda dapat menggunakan alamat dan mask dari masing-masing perangkat untuk menentukan subnet dari kedua alamat IP host/perangkat tersebut.
Perangkat A: 172.16.17.30/20

Perangkat B: 172.16.28.15/20
Penentuan Subnet untuk Perangkat A:
172.16.17.30  -   10101100.00010000.00010001.00011110

255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000

-----------------| sub|------------

subnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0
Penentuan subnet dengan melakukan sebuah logika “AND” antara subnet mask dan alamat IP host. Dalam hal ini, Perangkat A berada pada subnet 172.16.16.0.
Penentuan Subnet untuk Perangkat B:
172.16.28.15  -   10101100.00010000.00011100.00001111

255.255.240.0 -   11111111.11111111.11110000.00000000

-----------------| sub|------------

subnet =          10101100.00010000.00010000.00000000 = 172.16.16.0
Dari hasil diatas, disimpulkan bahwa Perangkat A dan Perangkat B berada/memiliki subnet yang sama , yaitu 172.16.16.0.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

2 komentar:

fendy mengatakan...

bagaimana cara menghitung subnet nya ??
kalo ada rumus nya, tolong share juga...
makasihh

Unknown mengatakan...

fendi saya punya cara dan rumusnya yaitu sbb:
1.Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya binari 1 pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi Jumlah Subnet adalah 22 = 4 subnet
2.Jumlah Host per Subnet = 2y - 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya binari 0 pada oktet terakhir subnet. Jadi jumlah host per subnet adalah 26 - 2 = 62 host

Posting Komentar