Subnetting
IP Subnetting adalah metode untuk
memecah lagi kelas A,B,atau C menjadi grup IP Address yang lebih kecil.
Aturan-aturan kelas A,B,dan C masih dipakai, tapi dengan subnetting satu buah
network kelas A,B, atau C bisa dipecah menjadi beberapa bagian lebih kecil yang
disebut subnet (singkatan dari “subdivided
network”).
Pada subnetting, selain Network part (N) dan Host
part (H) dikenal bagian ke-3 yang disebut
Subnet part (S). Bagian yang ke-3 ini dibuat dengan meminjam bit-bit dari Host part (H), sedangkan ukuran
Network part (N) tidak pernah berkurang.
Dengan begini, proses routing tidak
hanya didasarkan pada network part saja, akan tetapi didasarkan pada kombinasi
dari Network part dan Subnet part (N+S).
Konsep diatas yang menggunakan 3 bagian
IP Address (Network, Subnet,
dan Host) disebut classfull
addressing, yang berarti IP Address memiliki Network
Part yang ditentukan berdasarkan pembagian kelas A,B, dan C.
Sebagai alternatif, kita bisa
menggunakan classless addressing dimana IP
Address dipandang sebagai 2 bagian :
- Bagian yang digunakan sebagai dasar proses routing yakni gabungan antar network part dan subnet part dalam classfull addressing, bagian ini sering disebut sebagai Prefix.
- Bagian host part.
Subnetting dilakukan pada saat konfigurasi interface. Penerapan subnet
mask pada IP Address akan mendefinisikan 2 buah address baru, yakni Network
Address dan Broadcast Address. Network address didefinisikan dengan menset
seluruh bit host berharga 0, sedangkan broadcast address dengan menset bit host
berharga 1. Seperti yang telah dijelasakan pada bagian sebelumnya, network address
adalah alamat network yang berguna pada informasi routing.
Sekarang anda sudah memahami apa itu “subnetting”, mari kita
terapkan ilmu ini. Sebagai contoh, anda memiliki kombinasi 2 alamat IP /mask,
ditulisa dengan notasi “prefix/length” (length=jumlah bit yang bernilai 1),
yang telah dikonfigurasi pada 2 perangkat/device. Tugas anda adalah menentukan
apakah kedua perangkat ini berapa pada subnet yang sama atau berbeda. Anda
dapat menggunakan alamat dan mask dari masing-masing perangkat untuk menentukan
subnet dari kedua alamat IP host/perangkat tersebut.
Perangkat A: 172.16.17.30/20
Perangkat B: 172.16.28.15/20
Penentuan Subnet untuk Perangkat A:
172.16.17.30 -
10101100.00010000.00010001.00011110
255.255.240.0 - 11111111.11111111.11110000.00000000
-----------------| sub|------------
subnet = 10101100.00010000.00010000.00000000 =
172.16.16.0
Penentuan subnet dengan melakukan sebuah logika “AND” antara
subnet mask dan alamat IP host. Dalam hal ini, Perangkat A berada pada subnet
172.16.16.0.
Penentuan Subnet untuk Perangkat B:
172.16.28.15 -
10101100.00010000.00011100.00001111
255.255.240.0 - 11111111.11111111.11110000.00000000
-----------------| sub|------------
subnet = 10101100.00010000.00010000.00000000 =
172.16.16.0
Dari hasil diatas, disimpulkan bahwa Perangkat A dan
Perangkat B berada/memiliki subnet yang sama , yaitu 172.16.16.0.















